Minggu, 26 Desember 2021

TULISAN ILMIAH

 Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis


Pertanyaan :

1. Apa Saja Sistematika Dari Penulisan Karya Tulis Ilmiah?

2. Sebutkan Dan Jelaskan Metode Yang Digunakan Dalam Menulis Karya Ilmiah!

3. Sebutkan Ciri-ciri Dari Karya Ilmiah?


Jawaban :

1. Sistematika penulisan karya ilmiah secara umum ini mencakup poin-poin berikut:

Judul.

Abstrak.

Pendahuluan.

Metode penelitian.

Pembahasan dari hasil penelitian.

Kesimpulan.

Daftar pustaka.

2. Karya ilmiah adalah merupakan karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan memaparkan hasil penelitian. Oleh sebab itu, penulisannya tidak bisa sembarangan, melainkan ada metode penelitian yang perlu dilakukan.

Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data-data yang nantinya dapat dianalisis untuk keperluan tertentu serta menentukan solusi dari permasalahan yang diteliti. Mengutip buku Metodologi Penelitian, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah oleh Vigih Hery Kristanto (2018), data-data yang diperoleh berdasarkan metode penelitian ini merupakan data yang valid, reliabel dan objektif. Terdapat macam-macam metode penelitian karya ilmiah yang dapat digunakan peneliti sesuai dengan masalah yang diteliti, di antaranya:

Metode Penelitian Survei

Ini adalah metode penelitian kuantitatif yang dapat digunakan untuk mendapatkan data pada masa lampau maupun saat ini. Data-data yang diperoleh mengenai keyakinan, pendapat, karakteristik, perilaku, hubungan variabel, serta untuk menguji hipotesis. Pengumpulan data dalam metode penelitian ini biasanya menggunakan metode pengamatan, yang dilakukan dengan wawancara maupun membagikan kuesioner. Hasil yang diperoleh dari metode ini biasanya digunakan untuk generalisasi.

Metode Penelitian Eksperimen

Termasuk jenis metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang dapat dikendalikan sehingga tidak ada variabel lain yang memengaruhi variabel terikat. Agar dapat dikendalikan, penelitian eksperimen umumnya menggunakan sampel kelompok kontrol dan biasanya dilakukan di laboratorium.

Metode Penelitian Kualitatif.

Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti kondisi objek secara alamiah, di mana peneliti merupakan instrumen kunci. Karena itu, hasil analisis dan kesimpulan bergantung pada ketajaman analisis dari peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan datanya dilakukan secara trianggulasi (gabungan) dan analisis data dilakukan dengan induktif atau kualitatif sehingga tidak digunakan untuk proses generalisasi seperti yang dilakukan pada metode kuantitatif. Akibatnya, hasil penelitian kualitatif ini lebih menekankan pada makna.

Metode Penelitian Evaluasi

Penelitian evaluasi dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan suatu perencanaan atau seberapa jauh tujuan telah tercapai. Dengan demikian, hasil dari penelitian evaluasi ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menongkatkan kualitas perumusan, implementasi, maupun hasil dari suatu proyek, kebijakan, dan program.

Metode Penelitian Deskriptif

Mengutip buku Penelitian Pendidikan: Metode, Pendekatan, dan Jenis oleh Dr. H. Salim, M.Pd. dan Dr. Haidir, S.Ag., M,Pd. (2019), penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual apa adanya pada saat penelitian tengah berlangsung. Melalui penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Adapun variabel yang diteliti dapat tunggal maupun lebih dari satu variabel.

Studi Kasus

Pada dasarnya, studi kasus mempelajari secara intensif seorang individua tau kelompok yang mengalami kasus tertentu. Misalnya, mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja. Dalam melakukannya, peneliti mempelajarinya secara mendalam dengan mengungkap variabel-variabel yang dapat menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek. Sederhananya, studi kasus dimaksudkan untuk megetahui mengapa individu melakukan apa yang dia lakukan. Studi kasus bukan dilakukan untuk menguji hipotesis, tetapi sebaliknya, studi kasus dapat menghasilkan hipotesis yang dapat diuji melalui penelitian lebih lanjut

3. Struktur Karya Ilmiah

Suatu karya ilmiah biasanya memiliki tiga bagian di dalamnya:

Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme penyelesaian masalah itu.

Isi dan Pembahasan

Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian.

Kesimpulan

Bagian kesimpulan berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan padat mengenai hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya terdiri dari satu bab.



Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah

Ciri-ciri karya ilmia hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya:

Reproduktif

Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

Tidak Ambigu

Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.

Tidak Emotif

Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya.


Menggunakan Bahasa Baku

Menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakbakuan pada tulisan karya ilmiah hanya akan membuat pembacanya bingung dan apa yang ingin disampaikan dalam tulisan tidak dipahami pembaca.

Menggunakan Kaidah Keilmuan

Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki kapabilitas pada bidang kajian yang dibahas dalam karya ilmiah. Penggunaan kaidah atau istilah ilmiah itu juga menjadi takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.

Bersifat Dekoratif

Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan.

Terdapat Kohesi

Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan bersifat straight forward maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran. Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin disampaikan.

Bersifat Objektif

Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.

Menggunakan Kalimat Efektif

Dan, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar. Penggunaan kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca bingung.

Sabtu, 18 Desember 2021

PERENCANAAN TULISAN

 Nama :Rinda sri Rahmawati

NIM :21061019

Prodi :Desain grafis

Mata kuliah :Bahasa Indonesia


Perencanaan tulisan


Pertanyaan :

1. Apa yang membedakan topic dengan judul?

2. Mengapa judul harus dinyatakan secara jelas?

3. Berikan satu contoh judul dengan menggunakan tulisan formal!


JAWABAN

1. Topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap, sedangkan judul adalah nama, titel, atau semacam label untuk suatu tulisan

2. Judul harus dinyatakan secara benar karena:

Judul tulisan harus sesuai dengan tema dan isi tulisan beserta jangkauannya.

Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa benda, bukan dalam bentuk kalimat.

Judul tulisan harus diupayakan sesingkat mungkin.

Judul tulisan harus dinyatakan secara jelas.

3. Upaya Penanggulangan Bencana Alam di Indonesia

Sabtu, 11 Desember 2021

TEKS NARASI DAN DESKRIPSI

 

Nama  :Rinda sri Rahmawati

NIM    :21061019

Prodi   :Desain grafis

Mata kuliah     :Bahasa Indonesia

 

TEKS NARASI DAN DESKRIPSI

 

Pertanyaan      :

1. Jelaskan Pengertian Tulisan Deskripsi!

2. Sebutkan dan Jelaskan Ciri-Ciri Tulisan Narasi!

3. Tulisakan Contoh Teks Deskripsi!

 

Jawaban          :

            1. Teks deskripsi adalah teks yang berisi gambaran suatu objek, tempat, atau                            peristiwa. Struktur teks deskripsi yaitu identifikasi, deskripsi, dan kesimpulan.

            2. - Berisikan tentang cerita, kisah, dan peristiwa tertentu. Teks ditulis menggunakan gaya bahasa naratif.

                - Memiliki alur yang jelas dari awal hingga akhir cerita.

                - Terdapat suatu peristiwa maupun konflik.

                - Ada unsur-unsur pembentuk seperti tema, latar, alur, karakter, dan sudut pandang.

3.                                                                  Tari Saman

 

            Tari Saman tercatat di UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia sejak 24 November 2011. Pada awalnya, Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki-laki. Tari ini mengandung pendidikan keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

            Penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur bahasa Arab saat menari. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari, tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak dalam tari ini disebut guncang, kirep, lingang, dan surang-saring (semua nama gerak ini adalah bahasa Gayo).

            Kostum atau busana khusus Tari Saman terbagi menjadi tiga bagian. Pada bagian kepala dipakai bulang teleng dan sunting kepies. Pada badan dipakai baju kantong, celana, dan kain sarung. Pada tangan dipakai topong gelang dan sapu tangan.

            Penggunaan nyanyian, gerakan, hingga kostum penari pada Tari Saman sangat penting karena mengandung nilai-nilai yang menunjukkan identitas budaya, kekompakan, kebijakan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan dari para pemakainya.

 

Sabtu, 04 Desember 2021

JENIS-JENIS TULISAN

 Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis

Mata Kuliah :Bahasa Indonesia


BAB VI JENIS-JENIS TULISAN

Pertanyaan :

1. Jelaskan kembali apa itu eksposisi?

2. Bagaimana agar argumentasi kita dapat diterima oleh orang banyak?

3. Buatlah sebuah teks persuasi singkat disertai analisis strukturnya!


Jawaban :

1. Eksposisi atau ekspositori adalah tulisan yang menjelaskan, menerangkan, atau menguraikan suatu topik secara objektif atau apa adanya sesuai dengan kenyataan, tanpa melibatkan sikap dan atau pendapat penulis. Dengan membaca tulisan eksposisi atau ekspositori, pembaca dapat memahami topik atau pokok persoalan yang dibahas sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

2. – Percaya diri dan asertif

        Menjadi asertif bukan berarti agresif ataupun arogan, yakinlah pada argumen sendiri tetapi tetap terbuka pada alternatif yang pernah ada

 - Mengambil dari sudut pandang banyak orang

        Hal ini juga merupakan salah satu cara agar argumentasi kita di terima banyak orang yaitu mengambil pendapat & sudut pandang orang banyak untuk menjadi alternatif

- Berargumen dengan lebih personal

        Menyampaikan argument dengan nada yang tepat seakan kita yakin dan berpegang teguh pada apa yang kita sampaikan kepada orang banyak.

 3. Contoh Teks persuasi:

Waspada Rokok Meskipun Sebatang

Pengenalan isu

       Seperti yang sudah kita ketahui bersama jika didalam rokok terkandung zat berbahaya seperti Nikotin & Tar keduaanya memiliki zat kimia yang berbahaya untuk sistem pernafasan.

Rangkaian Argumen

         Semakin besar tar dan nikotin yang terkandung dalam rokok, maka akan semakin besar juga dampak yang diberikan pada tubuh kita. Dampak tersebut bukan hanya diterima oleh perokok aktif saja tetapi juga orang sekitarnya yaitu perokok pasif.

Selain dampak diatas merokok juga sangat berbahaya untuk wanita hamil dan janin.


Pernyataan Ajakan

        Dengan banyaknya dampak negatif yang di timbulkan dari merokok maka alangkah baiknya kita menghindari rokok.

 Dengan tidak merokok akan membuat tubuh kita menjadi sehat serta terhindar dari berbagai jenis penyakit dan mengurangi polusi udara


Penegasan kembali

         Untuk itu sebaiknya hindarilah rokok, karena lebih banyak bahaya nya daripada manfaatnya.

Strukturnya : - Pengenalan isu

                      - Rangkaian argumen

                      - Pernyataan ajakan

                      - Penegasan kembali

Senin, 29 November 2021

Jejak Kata🌬️

 Lucunya aku ..

Selalu berseru pada semesta

Bahwa aku merindukannya

Padahal aku tau sendiri

Ia adalah sang surya

Yang dapat menjadi senja 

Lalu hilang begitu saja tanpa menampakkan

dirinya kembali sebelum waktunya tiba



-Rinda. S. R

29.11.21





Jumat, 26 November 2021

PARAGRAF

 Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis

Mata Kuliah :Bahasa Indonesia


Paragraf


Pertanyaan :

1. Jelaskan kembali apa yang dimaksud dengan paragraf Eksposisi !

2. Sebutkan saja ciri-ciri paragraf yang komunikatif!

3. Apa itu konjungsi?


Jawaban :

1. Paragraf Eksposisi bertujuan untuk memaparkan, menyampaikan informasi, dan menerangkan suatu topic kepada orang lain.

2. - Kepadaan (completeness)

    - keutuhan

    - keurutan

    - kepaduan

3. Konjungsi adalah kata sambung atau kata penghubung.

Jumat, 12 November 2021

KALIMAT

 Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis

Mata Kuliah :Bahasa Indonesia


Kalimat


Pertanyaan

1. Yang termasuk jenis kalimat tidak lengkap adalah? Dan jelaskan masing-masing dari contohnya!

2. Jelaskan tentang apa itu kalimat minor!

3. Bagaimana cara mengidentifikasi bagian kalimat yang berupa subjek?


Jawaban :

1. Kalimat yang terdiri atas klausa tak lengkap, yaitu terdiri dari S saja, P saja, O saja, atau Ket saja.

*Kalimat Elips

Kalimat elips adalah kalimat tidak sempurna yang bentuk dasarnya karena ada unsur-unsur yang hilang.

Contoh:

a. Menyiram bunga.

b. Pulang kesini.

 *Kalimat Sampingan

    Kalimat sampingan adalah kalimat tak lengkap yang terjadi dari klausa tak lengkap dan diturunkan dari kalimat bersusun, seperti contoh di bawah ini

a.Bahkan mungkin lebih hebat

b.Walaupun sudah habis


*Kalimat Urutan

Kalimat urutan sebenarnya kalimat lengkap tetapi mengandung konjungsi yang menyatakan bahwa kalimat itu bagian dari kalimat lain, perhatikan contoh dibawah ini :

a. Lalu, selanjutnya apa yang akan dilakukan

b. Sesudah bermain,aku pun membantu ibu di dapur

 *Kalimat Minor

    Kalimat minor adalah kalimat dengan pola kalimat yang tidak lengkap dan mempunyai pola intonasi final. Jenis kalimat ini ada yang berstruktur klausa dan ada yang tidak berstruktur klausa. Adapun contoh jenis kalimat minor yang tidak berstruktur kalusa adalah sebagai berikut :

adalah kalimat tak lengkap yang memiliki intonasi final. Jenis kalimat ini ada yang berstruktur klausa dan ada yang tidak. Yang termasuk kalimat minor,

misalnya, terlihat di bawah ini.

1). Panggilan, contoh: Zus, Prof

2). Salam, contoh: Halo, Assalamualaikum

3). Ucapan, contoh: selamat berbahagia, turut berduka cita

4). Seruan, contoh: astaga! Oh !

5). Judul, contoh: Salah Asuhan, Putri yang Tertukar

6). Motto, contoh: Kebersihan sebagian dari iman

7). Inskripsi, contoh: Di sini beristirahat dengan damai

8). Ungkapan khusus yang berupa:

 Larangan: dilarang membuang sampah sembarangan                     

  •  Peringatan: awas jatuh                      
  •  Permintaan: simpan buku ketempatnnya
  •  Anjuran: bacalah sesuai aturannya
  •  Harapan : Semoga sehat selalu
  •  Perintah: kurangi beban penumpang
  • Pernyataan : Terima jasa cetak foto

2. Kalimat Minor

    Kalimat minor adalah kalimat yang mengandung satu unsur pusat. Unsur pusat yang sering digunakan dalam kalimat berupa predikat. Kalimat minor umumnya digunakan sebagai jawaban atas suatu pertanyaan, sebagai perintah, ataupun seruan.

3. Cara mengidentifikasi kalimat berupa 

subjek :

  • Kata Adalah atau ialah
  • Dapat diingkarkan
  • Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas
  • Unsur pengisi predikat

Sabtu, 06 November 2021

KATA DAN ISTILAH

 Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis

Mata Kuliah :Bahasa Indonesia


Kata dan Istilah


1. Apa yang dimaksud dengan kata?

2. Sebutkan 5 macam-macam relasi makna dengan pengertiannya!

3. Sebutkan alasanmu mengapa terdapat banyak kosakata asal bahasa daerah dan asing dalam bahasa Indonesia?


Jawaban :

1. Kata yaitu unit bahasa yang berisikan arti dan terdiri dari satu atau lebih morfem. Kata bisa diartikan sebagai elemen terkecil dalam bahasa yang bisa diucapkan atau dituliskan dan merupakan suatu realisasi dari kesatuan perasaan atau pikiran yang dipakai dalam berbahasa. ... Kata mempunyai fungsi menjadi penyusun kalimat.

2. 1). Homonimi

Terdapat tiga golongan homonimi, yakni homograf, homofon, serta gabungan keduanya yang disebut homonim. 

Homograf adalah dua kata dengan ejaan yang sama, tetapi memiliki perbedaan pelafalan (bunyi) dan pemaknaan, misalnya apèl (upacara) dan apêl (buah). Sementara itu, homofon adalah dua kata yang sama dalam pelafalan, tetapi berbeda secara pengejaan dan pemaknaan, seperti sanksi dan sangsi. Ada pula gabungan homofon dan homograf seperti tahu sebagai verba ‘mengerti sesudah melihat (menyaksikan, mengalami, dan sebagainya)’ dan tahu sebagai nomina ‘makanan dari kedelai putih yang digiling halus-halus, direbus, dan dicetak.

2.Polisemi

Sebut saja kata tangan yang bisa bermakna ‘anggota badan dari siku sampai ke ujung jari atau dari pergelangan sampai ujung jari’ dan ‘kekuasaan; pengaruh; perintah’. Meskipun kedua makna tersebut berbeda, arti yang pertama maupun kedua memiliki hubungan yang disebut polisemi. Chaer (2007: 301) menambahkan bahwa biasanya makna pertama yang tercantum di dalam kamus merupakan makna leksikal, denotatif, atau konseptual. 

3. Sinonimi dan Antonimi

Sinonim atau sinonimi adalah relasi makna dalam kata-kata yang memiliki kesamaan atau kemiripan arti. Perlu diketahui, bahwa relasi sinonim bersifat dua arah. Apabila A bersinonim dengan B, berarti B juga bersinonim dengan A. Contoh dua kata yang bersinonim adalah betul dan benar, matahari dan surya, serta awan dan mega.

Kebalikan dari sinonim adalah antonim yang relasi maknanya saling bertentangan. Contohnya adalah panas dan dingin, suami dan istri, serta tajam dan tumpul.

4.Hiponimi

Hiponimi adalah relasi makna yang berkaitan dengan peliputan makna spesifik dalam makna generik. Misalnya, anjing, burung, dan belalang yang berhiponim dengan binatang serta mawar, melati, dan anggrek yang berhiponim dengan bunga. Sebagai superordinat, bunga dan binatang disebut sebagai hiperonim. Sementara itu, anjing, burung, belalang; dan mawar, melati, anggrek adalah kohiponim.

5.Meronimi

Relasi makna jenis ini mirip dengan hiponimi, yakni sama-sama memiliki relasi makna yang bersifat hierarki. Namun, relasi makna dalam meronomi tidak menyiratkan pelibatan searah. Relasi makna di sini dapat dianalogikan seperti “A merupakan bagian dari B”. Contoh meronimi dapat kita temukan pada atap sebagai bagian dari rumah, kantong sebagai bagian dari celana, dan roda sebagai bagian dari mobil.

3. Karena Bahasa Indonesia itu berasal dari dua sumber, yaitu sumber dalam dan sumber luar. Sumber dalam adalah bahasa Melayu dan bahasa-bahasa daerah(serumpun), sedangkan sumber luarnya adalah bahasa asing. Hal inilah yang menyebabkan terdapat banyak kosakata dari bahasa daerah maupun bahasa asing

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN KELOMPOKNYA 3

Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis

Mata Kuliah :Bahasa Indonesia

Tanya Jawab : Kelompok 3


Ejaan Yang Disempurnakan


1. (Salma Elshinta, kel. 4) dalam penulisan tanggal, sebenarnya yang paling relevan itu harus menggunakan tanda apa dan jelaskan alasannya !

Jawab: Mengacu pada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dalam Bahasa Indonesia, untuk penulisan tanggal yang baku dalam format panjang adalah dd mmmm yyyy (17 Agustus 1945) atau dalam format pendek menggunakan tanda hubung adalah dd-mm-yyyy (17-8-1945 atau 17-08-1945).

2. (Elsya, kel. 4) mengapa beberapa kosakata dalam Bahasa Indonesia itu banyak berasal dari unsur serapan?

Jawab: Kata serapan dalam bahasa Indonesia adalah kata yang berasal dari bahasa lain (baik itu bahasa daerah maupun bahasa luar negeri) yang kemudian ejaan, ucapan, dan tulisannya disesuaikan dengan penuturan masyarakat Indonesia untuk memperkaya kosakata. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, tetapi manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru. Salah satu cara memenuhi keperluan itu —yang sering dianggap lebih mudah— adalah mengambil kata yang digunakan oleh masyarakat luar (Bahasa asing) yang menjadi asal kata baru itu.

3. (Dzikri, kel. 4) apakah ketika ada daftar urutan di dalam 1 kalimat harus ada titik dua?

Jawab: Tergantung kalimat pernyataannya, penggunaan tanda titik dua digunakan pada akhir pernyataan yang lengkap. Tapi, hal ini hanya berlaku jika masih dalam rangkaian yang sama ya.

Contoh:

- Kita persiapkan perlengkapan berkemah: tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.

Lain halnya jika rangkaian tadi merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Penggunaan tanda titik dua tidak digunakan.

Contoh:

Kita memerlukan tenda, ransel, jaket, dan pakaian tidur.

4. (Septian, kel. 5 ) Mengapa teks percakapan harus ada tanda kutip?

Jawab: Penggunaan tanda kutip pada sebuah teks percakapan atau dialog menjadi sangat penting karena sudah termasuk kedalam aturan tata cara penulisan dialog yang baik dan benar sesuai dengan aturannya, yaitu kita harus berpedoman pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) yang di dalamnya terdapat pedoman tentang bagaimana cara menggunakan tanda baca yang baik dan benar.

5. (Akmal Fathurrahman, kel. 1) bagaimanakah ketentuan penulisan daftar Pustaka yang baik dan benar?

Jawab: cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar.

1. Struktur penulisan dalam daftar pustaka memiliki urutan, seperti nama penulis, tahun terbit, judul, kota penerbit, dan nama penerbit.

2. Penulisan nama, tahun, judul dan penerbit diakhiri dengan tanda baca (.) dan nama kota penerbit diakhir dengan (:).

3. Penulisan nama pengarang jika memiliki 2 suku kata atau lebih, maka penulisan nama dibalik dan memberi tanda (,).

Contohnya, nama pengarang adalah Milea Husein maka di daftar pustaka ditulis dengan Husein, Milea.

4. Jika terdapat 3 suku kata, maka nama terakhir diletakkan di depan dan diikuti tanda (,).

Contohnya: Nugroho, Septian Aidan.

5. Jika pengarang ada 2 orang, penulisan nama pengarang pertama dibalik. Lalu, penambahan kata 'dan' di antara nama pengarang yang pertama dan kedua.

6. Penulisan daftar pustaka harus berurutan A-Z dari huruf di awal nama penulis.

6. (Asry Novia, kel. 2) kenapa penggunaan tanda kurung siku jarang digunakan dalam kalimat di buku, novel, dsb?

Jawab: karena tanda kurung siku itu biasanya dipakai untuk penulisan fiksi, seperti skripsi, karya ilmiah, jurnal dll . Tidak untuk penulisan non fiksi seperti novel.

7. (Askar, kel. 10) Mengapa tanda kutip 2 selalu terletak di depan dan di belakang kalimat?

Jawab: Hal tersebut dilakukan untuk menandai atau Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya seperti ucapan, kutipan, frasa, atau kata.

8. (Ilham, kel. 11) Apa saja syarat untuk menyerap Bahasa asing ke dalam B

Rabu, 20 Oktober 2021

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN

 BAB II EJAAN YANG DI SEMPURNAKAN


 Pertanyaan :

1. Apa saja ejaan yang pernah berlaku di Indonesia? Berikan contohnya

2. Apa yang di maksud dengan kata dasar? Berikan contohnya

3. Menurut anda, apa itu kata turunan? Jelaskan!


Jawaban :

1. • Ejaan van Ophuijsen (1901–1947)

Contoh : 1).Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.

                2).Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, saja, wajang, dsb.

                 3).Huruf oe untuk menuliskan kata-kata doeloe, akoe, Soekarni, repoeblik (perhatikan gambar prangko di atas), dsb.

                 4).Tandadiakritis, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, jum’at, ta’(dieja tak), pa’, (dieja pak), dsb.

                5).Huruf tj yang dieja c saat ejaan ini dihapuskan, seperti Tjikini, tjara, pertjaya, dsb.

                 6)Huruf ch yang dieja kh, seperti chusus, achir, machloe’, dsb.

• Ejaan Repoeblik atau Ejaan Soewandi (1947–1956)

Contoh : 1). Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata dulu, aku, Sukarni, republik (perhatikan gambar prangko di atas), dsb.

                2). Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, pada kata-kata makmur, tak, pak, atau hamzahnya dihilangkan menjadi kira-kira, apa elo masih menulis jum’at alih-alih jumat?

                 3). Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada mobil2, ber-jalan2, ke-barat2-an. Jadi terjawab deh kenapa sampai saat ini kita masih sering menuliskan angka 2 sebagai perwakilan kata ulang. Tapi sayang, kalau konteks bahasa baku, hal ini sudah kedaluarsa.

                  4). Awalan di– dan kata depan di keduanya ditulis serangkai dengan kata yang menyertainya. Alhasil, penulisan disekolah atau dijalan disamakan dengan dijual atau diminum. Nah, penulisan di- sebagai awalan dan kata depan selalu menjadi momok dalam tutur lisan maupun tulisan. Saat mestinya digabung, dijalankan menjadi di jalankan. Sebaliknya, di mana menjadi dimana.

                 5). Penghapusan tanda diakritis atau pembeda antara huruf vokal tengah / yang disebut schwa oleh para linguis atau e ‘pepet’ disamakan dengan e ‘taling’. Gue pribadi agak keberatan dengan penghapusan ini. Akibatnya, karena dialek bahasa Indonesia kita sangat beragam dan dipengaruhi bahasa daerah masing-masing, jadi mestinya kita bisa maklum jika ada orang Ambon/Papua yang kesulitan mengeja Tebet (konsensusnya Tbt) tetapi malah dieja Tebet (seperti mengeja bebek). Atau misalnya, komputer yang bagi orang Batak dieja sebagai komputer (seperti mengeja e pada kemah) alih-alih komputer (seperti mengeja e pada terbang). Namun begitu, ada juga pendapat bahwa hal ini baik karena menuliskan tanda diakritis tidaklah praktis.

• Ejaan Pembaharuan/ Ejaan Prijono-Kattopo (1956–1961)

Contoh : Panitia ini diharapkan bisa membuat standar satu fonem dengan satu huruf (misalnya menyanyi: menjanji menjadi meñañi; atau mengalah: mengalah menjadi meɳalah). Penyederhanaan ini sesuai dengan iktikad agar dibuat ejaan yang praktis saat dipakai dalam keseharian. Selain itu, isu tanda diakritis diputuskan agar kembali digunakan. Walhasil, k-e-ndaraan dengan é (seperti elo mengeja k-e-lainan) yang tadinya ditulis sama dengan k-e-mah, akhirnya ditulis berbeda. Untuk kata sjarat (syarat) dibedakan menjadi śarat.

• Ejaan Melindo (1961–1967)

Contoh : Hal lain yang membuat ejaan ini kurang seksi adalah perubahan huruf-huruf yang dianggap aneh. Misalnya, kata “menyapu” akan ditulis “meɳapu”; “syair” ditulis “Ŝyair”; “ngopi” menjadi “ɳopi”; atau “koboi” ditulis “koboy”. Mungkin aneh karena belum biasa dan harus menyesuaikan diri lagi. Tapi, akhirnya, usulan yang mustahil dilaksanakan ini dengan cepat ditinggalkan.

• Ejaan Baru/Lembaga Bahasa dan Kasusastraan (LBK) (1967-1972)

Contoh : Sebelum adanya EYD, Lembaga Bahasa dan Kesusastraan, (sekarang bernama Pusat Bahasa), pada tahun 1967 mengeluarkan Ejaan Baru (Ejaan LBK). Ejaan ini, sebenarnya estafet dari ikhtiar yang sudah dirintis oleh panitia Ejaan Melindo. Anggota pelaksananya pun terdiri dari panitia ejaan dari Malaysia. Pada intinya, hampir tidak ada perbedaan berarti di antara ejaan LBK dengan EYD, kecuali pada rincian kaidah-kaidah saja.


• Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1972- 2015) 

Contoh : Misalnya, Djojobojo alih-alih Joyoboyo; Selain itu, ejaan nj juga diubah menjadi ny, sehingga penulisan njonja menjadi nyonya; Hal ini juga berlaku untuk ejaan kata ch dan menyesuaikan diri menjadi kh. Kalau dulu achirnya, sekarang menjadi akhirnya.

• Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) 2015-sekarang

Contoh : 1). Huruf diftong yang berlaku antara lain: ai, au, ei, oi

Lafal huruf “e” menjadi tiga jenis. Contohnya seperti pada lafal: petak, kena, militer

                 2). Penulisan cetak tebal untuk menegaskan bagian tulisan yang sudah ditulis miring, dan bagian-bagian karangan seperti judul, bab, dan subbab.

                 3). Huruf kapital pada nama julukan seseorang. Contohnya: Pak Haji Bahrudin

Tanda elipsis (...) digunakan dalam kalimat yang tidak selesai dalam dialog.


2. Kata dasar adalah satuan bahasa terkecil yang mempunyai makna. Kata dasar merupakan kata yang belum memiliki imbuhan, sehingga belum mengalami perubahan bentuk dan makna. Kata dasar dapat diartikan sebagai kata awal untuk membentuk kata yang lebih besar.

contohnya :

makan, nyanyi, dan hakim

Makan + an = makanan

Me + nyanyi = menyanyi

Meng + hakim + i = menghakimi


3. Kata turunan adalah kata yang memiliki imbuhan.  Kata turunan terbentuk hasil dari proses afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan.

Contoh: ter- + bakar = terbakar

Kamis, 14 Oktober 2021

HAKIKAT BAHASA INDONESIA

 Tugas yang diberikan dari kelompok 1


Pertanyaan :

1. Bagaimana proses peralihan bahasa Indonesia pada abad ke-20!

2. Apa yang di maksud dengan arti dari ungkapan “Bahasa menunjukkan bangsa”!

3. Mengapa variasi lisan lebih singkat dari pada tulisan? Jelaskan dan berikkan contohnya!

4. Sebutkan ciri variasi bahasa baku!

5. Alasan apa yang membuatmu bangga memiliki bahasa Indonesia?


Jawaban :

1. Faktor penyebab dan satu yang terpenting di antaranya ialah adanya dinamika pergerakan politik yang dilandasi oleh hasrat yang kuat untuk merdeka. Kemerdekaan itu akan terwujud apabila semua masyarakat bangsa, yang terdiri dari berbagai suku, bersatu. Untuk itu, disadari akan pentingnya alat Indonesia yang berupa bahasa persatuan dan dijadikan milik bersama semua warga bangsa. Satu bahasa di antara sekian banyak bahasa di Nusantara, yang dianggap paling layak menjadi bahasa persatuan/kebangsaan ketika itu adalah bahasa Melayu. 

Pemikiran demikian didasari kenyataan bahwa bahasa Melayu sudah merupakan bahasa yang dapat dipahami dan digunakan oleh mayoritas warga yang berasal dari berbagai suku bangsa (lingua franca) di Nusantara. Bahasa Melayu juga telah dapat menjalankan peranannya sebagai bahasa bereputasi antarbangsa dengan capaian kemantapan yang baik, baik dari sistem ejaan, peristilahan, maupun kaidah bahasanya. Bahasa Melayu dengan segala ciri yang membuatnya layak dijadikan sebagai bahasa persatuan dalam berbangsa itulah yang mendorong para pemuda yang bersemangat kebangsaan itu menjadikan dan menyebut bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia sejak Kongres Pemuda I pada tanggal 2 Mei 1926, yang dua tahun kemudian melalui ikrar bersejarah, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dinyatakan sebagai bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia.

2. • Tabiat seseorang dapat dilihat dari cara bertutur kata mereka

    • Kesopansantunan seseorang menunjukkan asal keluarganya

    • Bahasa yang sempurna menunjukkan peradaban yang tinggi dari bangsa pemilik bahasa tersebut.

3. Variasi lisan lebih singkat daripada variasi tulisan. Hal itu disebabkan adanya bagian atau unsur tertentu pada variasi lisan yang memungkinkan untuk dihilangkan, seperti penghilangan suatu subjek, objek, dan keterangan. Konteks situasi bicara pada variasi lisan dapat membantu pendengar memahami apa yang dimaksudkan oleh pembicara.

Contohnya :

Lisan :Rombongan tamu Negara Kedekatan lagi tiba.

Tulisan :Rombongan tamu Negara akan segera tiba.

4. • Ciri yang pertama adalah dinamis. Artinya, tidak tertutup kemungkinannya untuk berkembang atau berubah secara sistemis dalam memenuhi tuntutan keperluan zaman. Kata pelanggan, misalnya, adalah bentuk yang memang kita perlukan pada zaman ini.

    • Ciri yang kedua adalah seragam. Upaya pembakuan pada dasarnya dimaksudkan untuk diperolehnya keseragaman. Artinya, keseragaman didasari persetujuan penutur yang lebih banyak di antara pengguna bahasa. Kata efektif dan efisien, misalnya, masing-masing diterima dan dianggap lebih tepat digunakan untuk menyatakan sifat ‘berdaya guna’ dan ‘tepat guna’ daripada kata mangkus dan sangkil oleh mayoritas penutur bahasa Indonesia.

5. 1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan diraih dengan perjuangan.

    2. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

    3. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya.

    4. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah sekaligus rumit.

    5. Bahasa Indonesia juga dipelajari bangsa lain.

    6. Bahasa Indonesia akan menjadi bahasa resmi ASEAN

Sabtu, 18 September 2021

Menulis Itu

 

Menurut "Pramoedya Ananta Toer"


"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

"Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?"


Maka dari itu, mulailah memberanikan diri untuk menulis. Menulislah dari hal kecil terlebih dulu, jika sudah terbiasa maka kebiasaan menulis itu dapat mengubah hidupmu. 

Jujur saja saya bukan salah satu orang yang suka menulis, karna saya tidak begitu pandai menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Rasanya sulit, meskipun banyak hal yang ingin dituangkan lewat tulisan. Tapi, dengan adanya tantangan tugas "Menulis Adalah Sebuah Keberanian" ini saya akan mencoba mencurahkannya di beberapa postingan berikutnya.

Ini Aku










Biodata


Nama :Rinda Sri Rahmawati

Nama Panggilan :Rinda, Rindu, Rindut, Rindot, Indu, Idu, Nda, Da, Dut, Dot, Ririn, Rinday, Day, dan Rintulalal. 

Tempat, Tanggal Lahir :Cianjur, 21 Maret 2003

Hobby  :Menyanyi, membaca novel Fiksi Romance Comedy, edit video, edit foto, terus punya hobbi baru belajar bikin digital art

Cita-cita : Content creator, Videografer,  Pengusaha, CEO, Graphic design, lanjut s2 ke luar negeri.

Makanan Favorit :Batagor 🤍

Minuman Favorit :Jus Strawberry

Lagu Favorit :Best Parf Daniel Daniel Caesar ft H.E.R

Film Favorit :Harry Potter

Motto Hidup : "Siapapun bisa menjadi apapun"

Instagram :rindaasr_


Visi dan Misi hidupku           




> Visi hidupku sama dengan motto hidupku yaitu siapapun bisa menjadi apapun yang artinya siapapun kamu dari manapun asal keluarga kamu. Kamu pasti bisa menjadi seseorang yang mampu menggapai cita-cita kamu setinggi mungkin, selagi kamu yakin bahwa kamu bisa menjadi yang terbaik dan membuktikannya pada dunia bahwa kamu adalah salah satu diantara ribuan orang yang mampu berjuang menjadi seseorang yang hebat mampu melawan rasa malas dan keputusasaan yang ada dalam diri serta kekurangan yang kamu isi dengan perjuangan yang akan berakhir indah dikemudian hari. Tidak ada kegagalan yang menjatuhkan, karena kegagalan adalah awal dari kemenangan.


> Misi hidupku adalah turut mencapai visi sebelumnya untuk memperjuangkan segala keinginanku untuk mencapai serta mewujudkan segala cita-cita dan mimpiku dengan cara:

1.Mampu mengatur disiplinnya waktu untuk bisa mengatur segala hal supaya teratur dengan baik dan rapi.

2.Harus berani keluar dari zona nyaman..

3.Konsistean dengan sesuatu yang ingin dicapai.

4. Jangan pernah menyerah. 

5. Jangan pernah berhenti berdoa`a kepada allah SWT.

6.Kali ini harus berperan aktif sebagai mahasiswa.

 7.Rajin sholat tepat waktu + sholat sunnat.

 8.Rajin sholawat.

 9.Harus bisa mengejar ketertinggalan.

10.Berubah menjadi seseorang yang lebih berani dan lebih baik lagi dari sebelumnya.



Kutipan


" Jangan pernah berhenti berjuang untuk mencapai suatu keinginan yang sudah kita rencanakan, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Meski harus gagal dikemudian hari teruslah mencoba sampai tuhan meng-iyakannya."