Minggu, 26 Desember 2021

TULISAN ILMIAH

 Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis


Pertanyaan :

1. Apa Saja Sistematika Dari Penulisan Karya Tulis Ilmiah?

2. Sebutkan Dan Jelaskan Metode Yang Digunakan Dalam Menulis Karya Ilmiah!

3. Sebutkan Ciri-ciri Dari Karya Ilmiah?


Jawaban :

1. Sistematika penulisan karya ilmiah secara umum ini mencakup poin-poin berikut:

Judul.

Abstrak.

Pendahuluan.

Metode penelitian.

Pembahasan dari hasil penelitian.

Kesimpulan.

Daftar pustaka.

2. Karya ilmiah adalah merupakan karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan memaparkan hasil penelitian. Oleh sebab itu, penulisannya tidak bisa sembarangan, melainkan ada metode penelitian yang perlu dilakukan.

Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data-data yang nantinya dapat dianalisis untuk keperluan tertentu serta menentukan solusi dari permasalahan yang diteliti. Mengutip buku Metodologi Penelitian, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah oleh Vigih Hery Kristanto (2018), data-data yang diperoleh berdasarkan metode penelitian ini merupakan data yang valid, reliabel dan objektif. Terdapat macam-macam metode penelitian karya ilmiah yang dapat digunakan peneliti sesuai dengan masalah yang diteliti, di antaranya:

Metode Penelitian Survei

Ini adalah metode penelitian kuantitatif yang dapat digunakan untuk mendapatkan data pada masa lampau maupun saat ini. Data-data yang diperoleh mengenai keyakinan, pendapat, karakteristik, perilaku, hubungan variabel, serta untuk menguji hipotesis. Pengumpulan data dalam metode penelitian ini biasanya menggunakan metode pengamatan, yang dilakukan dengan wawancara maupun membagikan kuesioner. Hasil yang diperoleh dari metode ini biasanya digunakan untuk generalisasi.

Metode Penelitian Eksperimen

Termasuk jenis metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang dapat dikendalikan sehingga tidak ada variabel lain yang memengaruhi variabel terikat. Agar dapat dikendalikan, penelitian eksperimen umumnya menggunakan sampel kelompok kontrol dan biasanya dilakukan di laboratorium.

Metode Penelitian Kualitatif.

Penelitian kualitatif digunakan untuk meneliti kondisi objek secara alamiah, di mana peneliti merupakan instrumen kunci. Karena itu, hasil analisis dan kesimpulan bergantung pada ketajaman analisis dari peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan datanya dilakukan secara trianggulasi (gabungan) dan analisis data dilakukan dengan induktif atau kualitatif sehingga tidak digunakan untuk proses generalisasi seperti yang dilakukan pada metode kuantitatif. Akibatnya, hasil penelitian kualitatif ini lebih menekankan pada makna.

Metode Penelitian Evaluasi

Penelitian evaluasi dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan suatu perencanaan atau seberapa jauh tujuan telah tercapai. Dengan demikian, hasil dari penelitian evaluasi ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menongkatkan kualitas perumusan, implementasi, maupun hasil dari suatu proyek, kebijakan, dan program.

Metode Penelitian Deskriptif

Mengutip buku Penelitian Pendidikan: Metode, Pendekatan, dan Jenis oleh Dr. H. Salim, M.Pd. dan Dr. Haidir, S.Ag., M,Pd. (2019), penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual apa adanya pada saat penelitian tengah berlangsung. Melalui penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Adapun variabel yang diteliti dapat tunggal maupun lebih dari satu variabel.

Studi Kasus

Pada dasarnya, studi kasus mempelajari secara intensif seorang individua tau kelompok yang mengalami kasus tertentu. Misalnya, mempelajari secara khusus kepala sekolah yang tidak disiplin dalam bekerja. Dalam melakukannya, peneliti mempelajarinya secara mendalam dengan mengungkap variabel-variabel yang dapat menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek. Sederhananya, studi kasus dimaksudkan untuk megetahui mengapa individu melakukan apa yang dia lakukan. Studi kasus bukan dilakukan untuk menguji hipotesis, tetapi sebaliknya, studi kasus dapat menghasilkan hipotesis yang dapat diuji melalui penelitian lebih lanjut

3. Struktur Karya Ilmiah

Suatu karya ilmiah biasanya memiliki tiga bagian di dalamnya:

Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme penyelesaian masalah itu.

Isi dan Pembahasan

Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian.

Kesimpulan

Bagian kesimpulan berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan padat mengenai hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya terdiri dari satu bab.



Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah

Ciri-ciri karya ilmia hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya:

Reproduktif

Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

Tidak Ambigu

Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.

Tidak Emotif

Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya.


Menggunakan Bahasa Baku

Menggunakan bahasa baku agar mudah dipahami. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakbakuan pada tulisan karya ilmiah hanya akan membuat pembacanya bingung dan apa yang ingin disampaikan dalam tulisan tidak dipahami pembaca.

Menggunakan Kaidah Keilmuan

Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki kapabilitas pada bidang kajian yang dibahas dalam karya ilmiah. Penggunaan kaidah atau istilah ilmiah itu juga menjadi takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.

Bersifat Dekoratif

Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan.

Terdapat Kohesi

Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan bersifat straight forward maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran. Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin disampaikan.

Bersifat Objektif

Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.

Menggunakan Kalimat Efektif

Dan, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar. Penggunaan kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca bingung.

Sabtu, 18 Desember 2021

PERENCANAAN TULISAN

 Nama :Rinda sri Rahmawati

NIM :21061019

Prodi :Desain grafis

Mata kuliah :Bahasa Indonesia


Perencanaan tulisan


Pertanyaan :

1. Apa yang membedakan topic dengan judul?

2. Mengapa judul harus dinyatakan secara jelas?

3. Berikan satu contoh judul dengan menggunakan tulisan formal!


JAWABAN

1. Topik adalah pokok pembicaraan dalam keseluruhan tulisan yang digarap, sedangkan judul adalah nama, titel, atau semacam label untuk suatu tulisan

2. Judul harus dinyatakan secara benar karena:

Judul tulisan harus sesuai dengan tema dan isi tulisan beserta jangkauannya.

Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa benda, bukan dalam bentuk kalimat.

Judul tulisan harus diupayakan sesingkat mungkin.

Judul tulisan harus dinyatakan secara jelas.

3. Upaya Penanggulangan Bencana Alam di Indonesia

Sabtu, 11 Desember 2021

TEKS NARASI DAN DESKRIPSI

 

Nama  :Rinda sri Rahmawati

NIM    :21061019

Prodi   :Desain grafis

Mata kuliah     :Bahasa Indonesia

 

TEKS NARASI DAN DESKRIPSI

 

Pertanyaan      :

1. Jelaskan Pengertian Tulisan Deskripsi!

2. Sebutkan dan Jelaskan Ciri-Ciri Tulisan Narasi!

3. Tulisakan Contoh Teks Deskripsi!

 

Jawaban          :

            1. Teks deskripsi adalah teks yang berisi gambaran suatu objek, tempat, atau                            peristiwa. Struktur teks deskripsi yaitu identifikasi, deskripsi, dan kesimpulan.

            2. - Berisikan tentang cerita, kisah, dan peristiwa tertentu. Teks ditulis menggunakan gaya bahasa naratif.

                - Memiliki alur yang jelas dari awal hingga akhir cerita.

                - Terdapat suatu peristiwa maupun konflik.

                - Ada unsur-unsur pembentuk seperti tema, latar, alur, karakter, dan sudut pandang.

3.                                                                  Tari Saman

 

            Tari Saman tercatat di UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia sejak 24 November 2011. Pada awalnya, Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki-laki. Tari ini mengandung pendidikan keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan.

            Penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur bahasa Arab saat menari. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari, tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak dalam tari ini disebut guncang, kirep, lingang, dan surang-saring (semua nama gerak ini adalah bahasa Gayo).

            Kostum atau busana khusus Tari Saman terbagi menjadi tiga bagian. Pada bagian kepala dipakai bulang teleng dan sunting kepies. Pada badan dipakai baju kantong, celana, dan kain sarung. Pada tangan dipakai topong gelang dan sapu tangan.

            Penggunaan nyanyian, gerakan, hingga kostum penari pada Tari Saman sangat penting karena mengandung nilai-nilai yang menunjukkan identitas budaya, kekompakan, kebijakan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan dari para pemakainya.

 

Sabtu, 04 Desember 2021

JENIS-JENIS TULISAN

 Nama :Rinda Sri Rahmawati

NIM :21061019

PRODI :Desain Grafis

Mata Kuliah :Bahasa Indonesia


BAB VI JENIS-JENIS TULISAN

Pertanyaan :

1. Jelaskan kembali apa itu eksposisi?

2. Bagaimana agar argumentasi kita dapat diterima oleh orang banyak?

3. Buatlah sebuah teks persuasi singkat disertai analisis strukturnya!


Jawaban :

1. Eksposisi atau ekspositori adalah tulisan yang menjelaskan, menerangkan, atau menguraikan suatu topik secara objektif atau apa adanya sesuai dengan kenyataan, tanpa melibatkan sikap dan atau pendapat penulis. Dengan membaca tulisan eksposisi atau ekspositori, pembaca dapat memahami topik atau pokok persoalan yang dibahas sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

2. – Percaya diri dan asertif

        Menjadi asertif bukan berarti agresif ataupun arogan, yakinlah pada argumen sendiri tetapi tetap terbuka pada alternatif yang pernah ada

 - Mengambil dari sudut pandang banyak orang

        Hal ini juga merupakan salah satu cara agar argumentasi kita di terima banyak orang yaitu mengambil pendapat & sudut pandang orang banyak untuk menjadi alternatif

- Berargumen dengan lebih personal

        Menyampaikan argument dengan nada yang tepat seakan kita yakin dan berpegang teguh pada apa yang kita sampaikan kepada orang banyak.

 3. Contoh Teks persuasi:

Waspada Rokok Meskipun Sebatang

Pengenalan isu

       Seperti yang sudah kita ketahui bersama jika didalam rokok terkandung zat berbahaya seperti Nikotin & Tar keduaanya memiliki zat kimia yang berbahaya untuk sistem pernafasan.

Rangkaian Argumen

         Semakin besar tar dan nikotin yang terkandung dalam rokok, maka akan semakin besar juga dampak yang diberikan pada tubuh kita. Dampak tersebut bukan hanya diterima oleh perokok aktif saja tetapi juga orang sekitarnya yaitu perokok pasif.

Selain dampak diatas merokok juga sangat berbahaya untuk wanita hamil dan janin.


Pernyataan Ajakan

        Dengan banyaknya dampak negatif yang di timbulkan dari merokok maka alangkah baiknya kita menghindari rokok.

 Dengan tidak merokok akan membuat tubuh kita menjadi sehat serta terhindar dari berbagai jenis penyakit dan mengurangi polusi udara


Penegasan kembali

         Untuk itu sebaiknya hindarilah rokok, karena lebih banyak bahaya nya daripada manfaatnya.

Strukturnya : - Pengenalan isu

                      - Rangkaian argumen

                      - Pernyataan ajakan

                      - Penegasan kembali